Cari Klinik
Close Mobile Navigation

Human Papillomavirus (HPV) merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi di dunia.1

Pada wanita, infeksi HPV bisa menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva. Sementara pada pria maupun wanita, infeksi ini dapat menyebabkan kanker anal dan kutil kelamin.2 Bagi sebagian besar orang, HPV bisa hilang dengan sendirinya. Namun, infeksi berkepanjangan dari tipe HPV tertentu bisa menyebabkan beberapa jenis kanker dan penyakit tertentu.3-4

Apakah Anda berisiko terhadap kanker terkait HPV tertentu?2

Orang yang digambarkan bukan pasien sebenarnya.
Hanya untuk tujuan demonstrasi.

Apakah Saya Berisiko?

  1. World Health Organization. Questions and answers about human papillomavirus (HPV). https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/376263/WHO-EURO-2024-5631-49185-73415-eng.pdf?sequence=1. Published 2024. Accessed March 21, 2024.
  2. World Health Organization (WHO). Human papillomavirus vaccines: WHO position paper (2022 update). Wkly Epidemiol Rec. 2022;97(50):645-672
  3. Meites E, et al., Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (Pink Book). 14th edition. Chapter 11: Human Papillomavirus. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/pinkbook/hcp/table-of-contents/chapter-11-human-papillomavirus.html?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/hpv.html Updated August 2021. Accessed June 10, 2024.
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2021 – human papillomavirus (HPV) infection. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/hpv.htm. Last reviewed July 22, 2021. Accessed June 6, 2024.

Copyright ©2026 PT Merck Sharp & Dohme Indonesia, a subsidiary of Merck & Co., Inc., Rahway, NJ, USA. All rights reserved. ID-GSL-00176 JAN/2026